KEINDAHAN KREASI MANUSIA
KEINDAHAN KREASI MANUSIA
Hai guys, sekarang aku mau memberi informasi lagi tentang KEINDAHAN KREASI MANUSIA. Pertama tama aku akan menjelaskan tentang pengertian dari tema kita kali ini. Semoga bermanfaat dan dapat membantu kalian untuk lebih mengetahui tentang keindahan kreasi manusia.
☆KEINDAHAN
Karena proses-proses inilah Wayang Kulit dijual dengan harga yang tak murah. Yaitu sekitar Rp. 500.000,- sampai 10 juta rupiah. Harga tersebut bervariatif, tergantung dari ukuran, jenis Wayang, dan banyaknya Sunggingan.
Hai guys, sekarang aku mau memberi informasi lagi tentang KEINDAHAN KREASI MANUSIA. Pertama tama aku akan menjelaskan tentang pengertian dari tema kita kali ini. Semoga bermanfaat dan dapat membantu kalian untuk lebih mengetahui tentang keindahan kreasi manusia.
☆KEINDAHAN
kita sudah sering mendengar kata keindahan dalam kehidupan sehari hari kita. Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
Manfaat keindahan bagi manusia
Keindahan identik dengan kebeneran, keindahan adalah kebeneran, dan kebeneran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan memiliki daya tarik yang selalu bertambah, yang tidak mengandung kebeneran berarti tak indah. Karena itu tiruan lukisan monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis,warna,bentuk,nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan sipengamat.
☆KREASI
Kreasi, kita juga sudah tidak asing lagi mendengar kata kreasi karena sudah sering menjadi tugas seni budaya di sekolah. Kreasi adalah sebuah nomina (kata benda) dan merupakan sebuah sinonim untuk kata karya. Kata ini diambil dari bahasa Latin berdasarkan kata verba: creare yang artinya menciptakan. Berikut akan di kemukakan masing-masing berupa cabang seni lukis serta contohnya untuk memperjelas.
a.seni lukis
seni lukis dapat di definisikan antara lain sebagai ekspresi manusia akan keindahan yang dituangkan dengan sarana tertentu pada kanvas,yaitu kain untuk lukisan.
Beberapa aliran seni lukis di indonesiayang umum adalah :
1.naif-primitivisme =Merupakan aliran seni lukis yang memiliki sifat naïf ( kekanak-kanakan) dan masih primitive (sederhana).
2.naturalisme=Merupakan suatu aliran dalam seni lukis yang mengutamakan keindahan sesuai dengan alam.
3.Ekspresionisme =merupakan aliran dalam seni lukis yang subjeknya mengutamakan perasaan atau fikiran. pelukis itu sendiri lalu dituangkan dalam kanvas jadi bukan objeknya tetapi subjeknya.
4.kubisme = merupakan suatu aliran dalam seni lukis yang dalam mewujudkan lukisannya di dasari oleh pola kubus.
5.gerakan seni rupa baru Indonesia= gerakan imajinasi yang bebas.
☆ MANUSIA
Manusia, di saat kita mendengar kata manusia yang ada di fikiran kita adalah masyarakat yang saling berdampingan. Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa sebagai khalifah dibumi dengan dibekali akal pikiran untuk berkarya dimuka bumi.
Manusia memiliki perbedaan baik secara biologis maupun rohani :
1. Secara biologis umumnya manusia dibedakan secara fisik
2. secara rohani manusia dibedakan berdasarkan kepercayaannya atau agama yang dianutnya.
Kehidupan manusia sendiri sangatlah komplek, begitu pula hubungan yang terjadi pada manusia sangatlah luas.
Hubungan tersebut dapat terjadi antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan makhluk hidup yang ada di alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Setiap hubungan tersebut harus berjalan selaras dan seimbang.
Tujuan Penciptaan Karya :
1. Untuk memvisualisasikan makna distorsi bentuk imajiner dan harmoni pada
Rarajahan Bali, atas interpretasi terhadap fenomena-fenomena kehidupan
masyarakat ke dalam karya seni.
2. Mewujudkan karya seni yang bersumber dari nilai-nilai tradisi yang
mengandung pandangan filosofis kehidupan dengan harapan lahir suatu
karya yang mencerminkan jejak-jejak ekspresi dari interaksi sosial
lingkungan tradisi yang diartikulasikan ke dalam bahasa ungkap yang
individual.
3. Ingin menyampaikan pesan dan kritik secara simbolik kepada masyarakat,
bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang selalu membutuhkan
adanya interaksi sosial melalui cinta kasih, sehingga sudah sepatutnya
tindakan distorsi yang cenderung merugikan publik selama ini,
direnungkan kembali untuk menumbtuhkan kesadaran diri.
Kemudian melalui proses penyadaran diri yang mandiri, agar kembali pada hati nurani masing-masing serta mengarahkan pandangan kita akan betapa
pentingnya arti keseimbangan dan harmoni dalam mencapai tujuan hidup
baik materiel maupun spiritual.
Ini adalah contoh karya pembuatan wayang
Proses pembuatan Wayang Kulit tradisional ini biasa disebut Tatah-Sungging. Tatah (bahasa Jawa) berarti memahat atau mengukir, dan Sungging berarti mewarnai. Disebut Tatah-Sungging karena kedua proses ini adalah proses pembuatan Wayang Kulit yang utama dan memakan waktu paling lama
Proses awal :
1. Balai Agung Kasunanan Surakarta biasanya menggunakan kulit kerbau sebagai bahan dasar Wayang. lembaran kulit dipilih yang berkualitas.
2. Kemudian digambar pola dasar tokoh Wayang-nya, Tokoh-tokoh Wayang biasanya diambil dari jenis Wayang dimana masing-masing jenis memiliki alur cerita tersendiri.
Jenis-jenis Wayang tersebut seperti Wayang Beber, Wayang Purwo, Wayang Gedhok, Wayang Madya, Wayang Klithik, dan Wayang Mena.
3. Selanjutnya, kulit yang telah digambar pola tadi direndam dalam air sekitar 1 minggu.
4. Kemudian kulit dikeringkan dengan cara direntang dan diangin-anginkan. Proses pengeringan ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.
5. Setelah benar-benar kering, kulit kemudian memasuki tahap Tatah. Kulit yang sudah kering tadi dipahat dan diukir. Pengerjaan proses ini membutuhkan ketelitian yang tinggi. Karena terdapat banyak sekali jenis ukiran dan pahatan, serta ukurannya yang cukup kecil. Disamping itu, Tatah-an ini harus sesuai dengan Pakem(aturan adat) dari Keraton Solo. Oleh karena itu, proses Tatah ini memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 2 minggu.
Anda bisa melihat pengerjaan Tatah yang mengagumkan ini secara langsung. Sebagai informasi, sebaiknya Anda tidak mengajak bicara pengerajin yang sedang memahat pada proses ini.
6. Kulit yang telah dipahat sudah memiliki bentuk tokoh Wayang. Namun belum berwujud utuh, melainkan bagian per bagian. Bagian Wayang yang telah selesai dipahat ini kemudian per bagian.
7. Bagian Wayang yang telah selesai dipahat ini kemudian dialihkan ke tahap berikutnya, yaitu Sungging. Sunggingan juga memerlukan ketelitian yang cukup tinggi. Selain Kerumitan, ukuran, jenis, dan banyaknya ukiran, dalam proses ini juga dipakai warna emas yang beragam. Seperti emasGrenjeng, Bron, dan Prodo. Emas yang dipakai ini bukan cat atau kertas yang berwarna emas, tetapi betul-betul emas. Biasanya berkisar sampai 18 karat. Emas-emas tersebut disesuaikan dengan jenis ukiran sertaPakem yang berlaku.
Sekian informasinya semoga bermanfaat untuk kalian ☆☆☆☆☆
DAFTAR PUSTAKA
Http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/pengertian-keindahan/
Http://kamelia11.wordpress.com/tag/pengertian-manusia-menurut-para-ahli/
Http://nurrizkiaziz99.wordpress.com/2013/10/09/manfaat-keindahan-bagi-manusia/
Komentar
Posting Komentar